Respons biokimia beberapa progeni kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap cekaman kekeringan pada kondisi lapang Biochemical responses of several oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) progenies to drought stress in field condition

Nurita TORUAN-MATHIUS, . TONY-LIWANG, M IBRAHIM-DANUWIKARSA, G. SURYATMANA, H DJAJASUKANTA, D SAODAH, I GP WENTEN ASTIKA

Abstract


Summary

        Oil palm have swallow roots, it caused the plant untolerant to drought  stress  and will decrease 10-40% bunch fresh weight in drought condition. Response of oil palm to drought stress in field conditions still unknown. The objective of these research  is to obtain  biochemical character  which has significant correlation with drought  tolerance, and to obtain tolerant progeny with high yield (fresh bunch weight) in drought condition.  The experiment were conducted in Riau (Kandista estate) and South Kalimantan  (Batu Mulia estate), with different of soil type and rainfalls. Observation were done in four times in different  month with different rainfalls. On each time of observation were analyzed  proline, glycine betaine, ornithine-δ-aminotransferase (δ-OAT) enzyme content, as biochemical variables and bunch weigth as yield variable response.  Eleven oil palm progenies 10-year-old grown in field divided with three block (as replication), each plot consisted of 16 plants. Data  were analyzed with Combined Experiment Analysis, Principal Component Analysis, Multiple Regression Analysis,  and Path Analysis. The results showed that eleven progenies gave different responses to drought stress in each variable, location and  time of observation. Most of progenies reponsive to two or three biochemical characters. Progeny 52 has no correlation with most of biochemical characters. Progeny 33 responsive with proline, while  progeny 85, 91 and  93 have high responsive to protein.  Proline, δ-OAT enzyme, and protein have high correlation with bunch weight.  Proline, and δ-OAT enzyme, categorized as biochemical characters of oil palm tolerance to drought stress. Progeny 33 more tolerance to drought stress compare with others progenies, and have highest productivity in Batu  Mulia estate. 


Ringkasan

 

        Tanaman kelapa sawit memiliki perakaran yang dangkal sehingga mudah mengalami cekaman   kekeringan   yang dapat    menurunkan hasil TBS 10 - 40%. Respons tanaman kelapa  sawit terhadap cekaman kekeringan dalam kondisi lapang masih sangat sedikit sekali diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan penciri biokimia yang berperan dalam sifat toleran tanaman terhadap cekaman kekeringan dan hubungan penciri biokimia dengan hasil tandan buah segar (TBS), serta menetapkan progeni yang toleran dan  ber-produksi tinggi pada lokasi yang tercekam. Percobaan dilakukan di dua lokasi perkebunan yang terletak di Riau (perkebunan Kandista) dan Kalimantan Selatan (perkebunan Batu Mulia) yang berbeda tipe tanah dan  curah hujannya. Pengamatan dilakukan pada empat waktu, pada bulan yang berbeda curah hujannya. Pada keempat waktu tersebut dianalisis kadar prolin, glisin-betain, enzim ornitin-δ-aminotransferase (δ-OAT), dan protein sebagai variabel respons biokimia serta hasil TBS sebagai variabel respons produktivitas tanaman kelapa sawit.  Tiap lokasi percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak.  Tanaman kelapa sawit berumur 10 tahun sebanyak 11 progeni yang telah ada di lapangan, ditetapkan sebanyak tiga blok (sebagai ulangan).  Tiap plot percobaan berisi 16 tanaman.  Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis statistika percobaan tergabung, analisis kom-ponen utama, regresi berganda dan analisis jalin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan respons 11 progeni kelapa sawit ter-hadap cekaman kekeringan pada masing-masing variabel respons dalam lokasi dan waktu pengamatan yang berbeda. Seluruh progeni responsif terhadap dua atau tiga penciri biokimia selama waktu penelitian berlangsung, kecuali progeni 52 tidak memiliki korelasi dengan seluruh penciri biokimia. Progeni 33 responsif terhadap prolin, sedang  progeni 85, progeni 91 dan progeni 93 cukup responsif terhadap protein. Prolin, enzim δ-OAT, dan protein berhubungan erat dengan hasil TBS. Prolin, enzim δ-OAT, dan protein dapat dikatagorikan sebagai penciri biokimia terhadap cekaman kekeringan  pada tanaman kelapa sawit. Progeni 33 lebih toleran terhadap cekaman kekeringan dibandingkan  dengan progeni lainnya dan produktivitasnya  tertinggi  di   perkebunan  Batu  Mulia.




Keywords


Oil palm, Elaeis guineensis, drought stress, glycine-betaine, ornyhtine-δ- aminotransferase enzyme (δ-OAT), leaf proline

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22302/iribb.jur.mp.v72i2.121

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Menara Perkebunan



CALL FOR PAPERS:

Menara Perkebunan sebagai media komunikasi penelitian di bidang Perkebunan membuka peluang kepada peneliti, akademisi untuk memuat tulisan:
- hasil penelitian orisinil,
- pengembangan teknologi,
- review/ulasan tentang bioteknologi dan bioindustri serta aplikasinya pada bidang pertanian, kesehatan dan lingkungan serta aspek bioteknologi yang lain.

MENARA PERKEBUNAN Indexed by:
 

Content on this site is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International Public License

ADDRESS:

INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY
PT. RISET PERKEBUNAN NUSANTARA
Jl. Taman Kencana No. 1, Bogor 16128. Telp. 0251-8324048/8327449. Fax. 0251-8328516
E-mail : menaraperkebunanppbbi@gmail.com http://mp.iribb.org